LUBE TIPS

Optimalkan Performa Mesin dengan Shell Blotter Paper: Panduan Praktis Evaluasi Pelumas Tanpa Laboratorium

Dalam dunia perawatan mesin, terutama untuk kendaraan berat dan alat industri, kondisi pelumas adalah cerminan kesehatan mesin itu sendiri. Namun, tidak semua perusahaan memiliki akses cepat ke laboratorium untuk menguji kualitas oli secara berkala. Di sinilah peran Shell Blotter Paper menjadi sangat penting.

Shell Blotter Paper adalah alat sederhana namun akurat untuk mengevaluasi kondisi pelumas mesin secara langsung di lapangan. Berdasarkan metode ASTM 7899, alat ini membantu teknisi mendeteksi tingkat kontaminasi, dispersansi, dan degradasi pelumas hanya dengan satu tetes oli.


1. Apa Itu Blotter Paper Test?

Blotter Paper Test adalah teknik evaluasi yang mengukur kualitas pelumas berdasarkan pola penyebaran oli pada kertas khusus. Prinsip kerjanya sederhana: cairan oli meresap melalui pori-pori kertas dan membentuk pola yang mencerminkan kondisi internal mesin.

Keunggulan metode ini:

  • Cepat dan mudah dilakukan di lokasi kerja.

  • Tidak memerlukan peralatan laboratorium mahal.

  • Memberikan gambaran awal yang cukup akurat tentang kondisi pelumas dan mesin.

Shell Blotter Paper hadir sebagai solusi praktis untuk teknisi yang ingin memantau kesehatan mesin secara rutin tanpa harus menunggu hasil uji lab.


2. Cara Penggunaan Shell Blotter Paper (Langkah demi Langkah)

Berikut adalah panduan praktis menggunakan Shell Blotter Paper sesuai prosedur standar:

Langkah 1: Ambil Sampel Oli

  • Pastikan pengambilan sampel dilakukan dari area yang tersirkulasi pelumas, seperti stik oli (dipstick) .

  • Bersihkan stik oli dengan kain bersih, lalu masukkan kembali ke posisi semula.

Langkah 2: Teteskan Oli ke Kertas

  • Tarik stik oli dan teteskan satu tetes oli ke area tengah kertas Shell Blotter Paper.

Langkah 3: Diamkan Selama 24 Jam

  • Biarkan kertas pada suhu ruangan selama 24 jam agar oli meresap sempurna dan membentuk pola yang stabil.

Langkah 4: Amati Pola Bercak

  • Tempatkan kertas pada meja kromatografi atau di atas lampu untuk memudahkan pengamatan.

  • Perhatikan:

    • Pola bercak

    • Homogenisasi persebaran

    • Warna

    • Garis tepi

    • Transparansi

Langkah 5: Bandingkan dengan Komparator

  • Cocokkan hasil pengamatan dengan komparator Shell Blotter Paper untuk menentukan tingkat kontaminasi dan kondisi pelumas.


3. Interpretasi Hasil Blotter Paper Test

Setelah 24 jam, pola pada kertas akan membentuk empat lingkaran konsentris yang masing-masing memberikan informasi penting:

 
 
LingkaranIndikasi
Lingkaran 1 – Jelaga & Kotoran PadatMenunjukkan kadar soot (jelaga) dan partikel kotoran padat dalam oli. Semakin gelap dan tebal, semakin tinggi kontaminasi.
Lingkaran 2 – Dispersansi & Kondisi PelumasMenggambarkan kemampuan pelumas dalam menyebarkan dan menahan kotoran. Pola yang merata menandakan dispersansi baik.
Lingkaran 3 – Kontaminasi AirAdanya titik atau area basah di luar pola normal menandakan adanya air dalam oli.
Lingkaran 4 – Kontaminasi FuelWarna terang atau pola menyebar tidak normal bisa menandakan adanya campuran bahan bakar dalam oli.

4. Studi Kasus: Shell Blotter Paper pada Engine Baru vs Engine Lama

Dalam pengujian referensi:

  • Engine baru (usia pakai ±14.000 km): Pola blotter menunjukkan dispersansi yang baik, sedikit jelaga, dan tidak ada kontaminasi air atau fuel.

  • Engine lama (usia pakai ±300.000 km): Pola blotter menunjukkan peningkatan jelaga, penurunan dispersansi, dan mulai terlihat tanda-tanda kontaminasi.

Dengan Shell Blotter Paper, teknisi dapat mendeteksi perubahan ini lebih awal dan mengambil tindakan pencegahan sebelum terjadi kerusakan besar.


5. Mengapa Shell Blotter Paper adalah Pilihan Tepat?

  • Akurat dan Terstandar: Mengacu pada metode ASTM 7899 yang diakui secara internasional.

  • Ekonomis: Menghemat biaya pengujian laboratorium tanpa mengorbankan kualitas informasi.

  • Mudah Digunakan: Dapat dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, tanpa pelatihan khusus.

  • Hasil Cepat: Cukup 24 jam untuk mendapatkan gambaran kondisi mesin secara visual.


6. Tips & Trik Perawatan Mesin dengan Shell Blotter Paper

  1. Lakukan uji blotter secara rutin, misalnya setiap 2.000–5.000 km operasi.

  2. Simpan hasil blotter untuk dibandingkan dengan periode sebelumnya guna memantau tren penurunan kualitas pelumas.

  3. Kombinasikan dengan layanan Shell LubeAnalyst untuk analisis lebih mendalam jika ditemukan indikasi awal kerusakan.

  4. Gunakan pelumas Shell yang sesuai (seperti Rimula, Tellus, atau Corena) untuk memastikan performa optimal dan hasil blotter yang baik.


Kesimpulan

Shell Blotter Paper adalah alat andal yang membantu Anda menjaga kesehatan mesin secara proaktif. Dengan metode sederhana ini, Anda dapat mendeteksi masalah sejak dini—mulai dari kontaminasi air, fuel, hingga penurunan kualitas pelumas—tanpa harus menunggu hasil lab.

Jangan biarkan mesin Anda bermasalah tanpa diketahui. Gunakan Shell Blotter Paper secara rutin dan rasakan manfaatnya!

Untuk informasi lebih lanjut atau pemesanan Shell Blotter Paper, kunjungi website PT. Cahaya Pengajaran Abadi