LUBE TIPS

Mengoptimalkan Performa & Efisiensi Biaya Armada Melalui Layanan Manajemen Pelumas Shell

Dalam industri transportasi dan logistik, keandalan armada merupakan faktor krusial yang berdampak langsung pada produktivitas, keselamatan, dan biaya operasional. Pada acara Customer Gathering Fleet Sector yang diselenggarakan di Harper Hotel, Makassar (14 Juli 2023), Shell Lubricants memaparkan rangkaian layanan terpadu yang dirancang khusus untuk memaksimalkan kinerja bisnis armada. Melalui pendekatan proaktif berbasis data dan pendampingan teknis, Shell menawarkan solusi komprehensif mulai dari manajemen pelumas, pemantauan kondisi mesin, hingga analisis cairan pendukung.
 

1. Pelatihan dan Manajemen Pelumas yang Terstruktur

Layanan Shell tidak hanya berfokus pada penyediaan produk, tetapi juga pada peningkatan kapasitas SDM dan standardisasi prosedur operasional. Melalui Pelatihan Pelumas dan Manajemen Pelumas, operator fleet mendapatkan manfaat strategis berupa:
  • Peningkatan pemahaman tentang pengetahuan teknis dan aplikasi pelumas yang tepat.
  • Pengetahuan pemeliharaan alat yang lebih sistematis dan terukur.
  • Kesadaran terhadap Total Cost of Ownership (TCO) serta identifikasi potensi penghematan biaya jangka panjang. Selain itu, program ini menekankan praktik penyimpanan dan penanganan pelumas terbaik untuk mencegah kontaminasi, mengurangi risiko pencemaran lingkungan, serta meningkatkan kesadaran keselamatan kerja (K3) di area operasional.
 

2. Uji Blotter Paper: Solusi Cepat untuk Deteksi Dini Masalah Mesin

Penerapan bahan bakar biodiesel seperti B30 secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya fuel dilution pada oli mesin. Untuk mengantisipasinya, Shell menyediakan Shell Blotter Paper Test yang mengacu pada standar ASTM D7899. Tes ini dirancang sederhana, hemat biaya, dan mudah diinterpretasikan di lapangan, sekaligus terbukti mampu merepresentasikan kondisi mesin secara umum.
 
Melalui uji ini, teknisi dapat mengamati:
  • Index of Contamination (IC): Tingkat pengotor soot dalam oli.
  • Macro Dispersion (MD): Sebaran warna yang mengindikasikan kemampuan dispersansi pelumas.
  • Indikasi Fuel Dilution/Air: Keberadaan bahan bakar atau air yang tercampur dalam pelumas.
 
Prinsip kerjanya didasarkan pada kromatografi kertas: partikel soot yang menggumpal akan membentuk noda hitam di tengah kertas, menandakan penurunan aditif dispersan, potensi penyumbatan filter, dan peningkatan viskositas. Sebaliknya, jika aditif berfungsi optimal, soot akan terdispersi merata tanpa noda hitam, menandakan oli masih dalam kondisi layak pakai. Perbandingan visual pada mesin berusia ±300.000 km dan ±14.000 km jelas menunjukkan bagaimana uji ini dapat membedakan degradasi oli berdasarkan usia dan beban mesin.
 

3. Engine Borescope Check: Inspeksi Internal Tanpa Bongkar

Pemeriksaan menggunakan borescope memungkinkan teknisi memvisualisasikan kondisi internal ruang bakar dan komponen kritis mesin tanpa perlu melakukan pembongkaran besar. Layanan ini memberikan tiga manfaat utama:
  • Pemantauan kondisi mesin secara akurat dan non-destruktif.
  • Pemaksimalan waktu operasional dan produktivitas alat.
  • Penghematan signifikan dalam biaya perawatan dan downtime.

4. Coolant Monitoring: Menjaga Stabilitas Suhu Mesin

Cairan pendingin (coolant) berperan vital dalam menjaga stabilitas termal dan mencegah korosi pada sistem pendingin. Layanan Coolant Monitoring Shell membantu operator:
  • Mengetahui kondisi coolant secara visual maupun kimiawi.
  • Mendiagnosis secara dini masalah yang berkaitan dengan suhu kerja mesin.
 
Sebagai ilustrasi, perbandingan antara coolant merek konvensional dengan Shell Coolant Longlife Plus HD menunjukkan perbedaan signifikan pada parameter kunci seperti freeze point, konsentrasi etilen glikol, dan tingkat pH. Perbedaan ini berdampak langsung pada ketahanan cairan terhadap pembekuan, stabilitas aditif, dan perlindungan jangka panjang terhadap komponen mesin.
 

5. Dukungan Lube Analyst dan Analisis Oli

Rangkaian layanan ini didukung oleh tim Lube Analyst profesional yang menyediakan analisis oli berbasis laboratorium. Data hasil pengujian digunakan untuk menentukan interval penggantian oli yang tepat, mendeteksi pola keausan komponen internal, serta memberikan rekomendasi perawatan berbasis kondisi (condition-based maintenance). Pendekatan ini memungkinkan peralihan dari sistem perawatan reaktif menuju perawatan prediktif yang lebih efisien.

Penutup

Integrasi antara pelatihan teknis, manajemen pelumas yang ketat, serta pemantauan kondisi mesin dan cairan pendukung merupakan strategi kunci untuk menekan TCO armada transportasi. Dengan memanfaatkan layanan diagnostik seperti Blotter Paper Test, Engine Borescope, Coolant Monitoring, dan Oil Analysis, operator fleet dapat mengoptimalkan keandalan mesin, memperpanjang usia pakai komponen, dan memastikan keselamatan operasional.
 
Shell Lubricants berkomitmen mendampingi pelaku bisnis transportasi dalam mencapai efisiensi operasional yang berkelanjutan. Karena performa armada yang optimal dimulai dari manajemen pelumas yang tepat.
 
Work safely. Run efficiently.
 

Service & Products

About

© Copyrights 2018 PT. Cahaya Pengajaran Abadi