Customer Gathering

Sinergi Biodiesel & Pelumas Shell

Transisi menuju bahan bakar ramah lingkungan seperti Biodiesel (B30) adalah langkah besar bagi industri transportasi dan alat berat di Indonesia. Namun, perubahan ini membawa tantangan teknis baru bagi perawatan mesin diesel. Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, PT. Cahaya Pengajaran Abadi selaku distributor oli resmi Shell di Indonesia, baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan Customer Mini Gathering.
 
Kegiatan ini bukan sekadar ajang teknis, melainkan juga sarana silaturahmi antara PT. Cahaya Pengajaran Abadi dengan para pelanggan setia, khususnya mereka yang menggunakan pelumas khusus mesin diesel. Dalam sesi Technical Sharing yang dipandu oleh Mursidin Arsa (Distributor Technical Manager), dibahas secara mendalam bagaimana menjaga kehandalan armada di era biodiesel.
 

Berikut adalah rangkuman materi berharga yang dibagikan dalam acara tersebut, yang wajib diketahui oleh pemilik armada dan mekanik.

1. Memahami Karakteristik Biodiesel (B30 & B100)

Salah satu poin utama dalam sharing session ini adalah pemahaman bahwa biodiesel memiliki sifat kimia yang berbeda dari solar konvensional (AGO). Berikut adalah karakteristik utamanya:
 
  • Nilai Kalor Lebih Rendah: Turun sekitar 4,2%, yang berpotensi menurunkan daya dan torsi mesin sebesar 2-3%.
  • Sifat Higroskopis: Biodiesel 20 kali lebih mudah menyerap air dibandingkan solar biasa. Ini adalah musuh utama yang bisa menyebabkan korosi logam, pertumbuhan bakteri, dan pembentukan lumpur.
  • Viskositas Lebih Tinggi: Menyebabkan butiran injeksi lebih besar, berpotensi meningkatkan produksi soot (jelaga).
  • Angka Cetana Tinggi (51-55): Meningkatkan tekanan pembakaran yang berpotensi meningkatkan blow-by (gas lolos ke ruang engkol).
  • Sifat Pelarut (Detergen): Dapat membersihkan kerak di tangki, namun kerak yang luruh justru berisiko menyumbat filter.
 

2. Tantangan pada Mesin & Interaksi dengan Pelumas

Interaksi antara biodiesel dan pelumas mesin menciptakan beberapa risiko jika tidak dikelola dengan baik. PT. Cahaya Pengajaran Abadi menyoroti beberapa masalah umum di lapangan:
 
  • Dilusi Oli: Sisa bahan bakar yang tidak terbakar bisa masuk ke dalam oli mesin melalui blow-by.
  • Korosi & Kerak: Kandungan air tinggi menyebabkan karat pada ruang bakar dan pitting pada piston.
  • Sumbatan Filter: Sedimen Monogliserida yang terbentuk selama penyimpanan adalah penyebab utama filter bahan bakar cepat buntu.
  • Tuntutan Euro IV: Mesin modern dengan teknologi EGR dan DPF memerlukan perhatian khusus. EGR meningkatkan level jelaga dan asam, sedangkan DPF memerlukan oli Low SAPS agar tidak cepat tersumbat abu.
 

3. Checklist Perawatan Bahan Bakar (Wajib Lakukan!)

Kunci utama kehandalan mesin di era biodiesel adalah Kebersihan Bahan Bakar. Berdasarkan materi presentasi, berikut adalah langkah preventif yang disarankan:
 

Manajemen Tangki Bahan Bakar

  • Hindari Tangki Galvanis: Zinc pada tangki galvanis dapat bereaksi dengan biodiesel dan menimbulkan sludge (lumpur).
  • Drainase Rutin: Buang kotoran dan sedimen air dari dasar tangki setiap hari.
  • Cek Parameter: Perhatikan kandungan air (maks 425 ppm untuk B30), stabilitas oksidasi, dan angka asam (TAN).
 

Prosedur Sebelum Menghidupkan Engine

  1. Buang air, sludge, jelly, atau monogliserida dari dasar tangki.
  2. Cek dan bersihkan fuel strainer di tangki.
  3. Buang air dari mangkok water sedimenter/separator.
  4. Cek kondisi pre-fuel filter.
  5. Cek dan bersihkan saringan di Fuel Injection Pump.
  6. Periksa kebocoran pada selang dan pipa sistem bahan bakar.
  7. Setelah mesin dipanaskan, ulangi proses nomor 2 hingga 5 untuk memastikan semua bersih.
 

4. Solusi Pelumas Shell: Teruji & Terpercaya

Tidak semua pelumas mampu menahan tantangan kontaminasi biodiesel. Dalam sesi ini, dipaparkan bahwa Shell Rimula telah melalui serangkaian uji ketat untuk memastikan kompatibilitasnya:
 
  • Uji Oksidasi & Korosi: Shell Rimula diuji dengan kontaminasi biodiesel (hingga 10%) pada suhu tinggi dan menunjukkan ketahanan korosi yang baik.
  • Uji Mesin (Engine Test): Melalui tes seperti Daimler OM 646, komponen engine pasca tes menunjukkan kondisi yang terjaga meski menggunakan bahan bakar dengan campuran biodiesel.
  • Dukungan Euro IV: Penggunaan pelumas Low SAPS sangat disarankan untuk mesin dengan DPF guna mengurangi penumpukan abu.
 

Portfolio Rekomendasi Shell

  • Mesin Diesel Berat: Shell Rimula R4 X, R3 MV, R3 Turbo.
  • Transmisi & Gardan: Shell Spirax S2 & S4.
  • Hidrolik: Shell Tellus S2 & S3.
  • Gemuk (Grease): Shell Gadus S2 & S3.
 

Komitmen PT. Cahaya Pengajaran Abadi untuk Pelanggan

Kegiatan Customer Mini Gathering ini menegaskan komitmen PT. Cahaya Pengajaran Abadi untuk tidak hanya menjual produk, tetapi juga memberikan solusi dan edukasi teknis. Silaturahmi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kerjasama dan membantu pelanggan mengatasi tantangan operasional armada mereka di tengah perubahan standar bahan bakar nasional.
 
Dengan menjaga kebersihan bahan bakar secara rutin dan memilih pelumas yang tepat seperti Shell Rimula, Anda dapat meminimisir downtime, menekan biaya maintenance, dan memperpanjang usia pakai mesin armada Anda.
 
Ingat, Bahan Bakar Bersih + Pelumas Tepat = Mesin Awet.
 

Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan materi Technical Sharing pada Customer Gathering PT. Cahaya Pengajaran Abadi. Selalu konsultasikan dengan manual buku panduan kendaraan Anda untuk spesifikasi yang paling tepat.